One Day Road Trip Riau – Sumatera Barat

Idenya mendadak saja dari kakak saya, ketika kami sedang merencanakan pulang ke rumah akhir tahun, ” ke Duri dulu aja, nanti kita pake mobil ke rumah”. Saya tidak berpikir panjang langsung bilang iya sambil langsung menegaskan dari awal, “Kakak yang minta izin sama mama ayah ya!”. Saya belum pernah ke daerah Riau dan sekalian juga ingin melihat tempat berdomisili kakak saya selama dua tahun ini.

Rencana awalnya kakak menjemput saya di Bandara Pekan Baru kamis pagi,  kembali ke Duri kamis sore (3 jam perjalanan dari Pekan Baru), lalu kami pulang ke rumah dari Duri sabtu pagi lewat daerah Petapahan , sekitar 9 jam perjalanan. Tapi Kak Ila, temannya  si kakak, menyarankan kami sebaiknya lewat Pekan Baru saja, menambah satu jam perjalanan tapi jauh lebih aman dibanding melewati daerah Petapahan yang katanya sepi. Jadi kami kembali ke Pekan Baru jumat sore, menginap semalam, lalu berangkat sabtu pagi. Jarak Pekan Baru ke Solok normalnya 6 jam perjalanan, , tapi di kasus saya berdua dengan si kakak jadi 14 jam, berangkat jam delapan pagi sampai di rumah jam 10 malam :D. Alasannya karena melihat pemandangan, padahal karena memang istirahat terus .

Perjalanannya biasa-biasa saja hingga daerah Bangkinang, membosankan malah. Tapi begitu melewati daerah Bangkinang, baru deh pemandangannya memanjakan. Barisan gunung di kiri dan kanan, hijau dan hijau sepanjang mata memandang. Saya dan kakak membanggakan diri bersama-sama, “Ini nih kampung halaman saya! cantik ga perlu pake polesan” . Kami berhenti cukup lama di tiga tempat, danau Koto Panjang, Jembatan Kelok Sambilan, dan Bukit tinggi.

Tempat pertama, danau Koto Panjang. Si kakak yang sudah beberapa kali lewat jalan ini bahkan baru sadar ada spot secantik ini bersembunyi di perbatasan Riau. “Biasanya kan disetirin”, si Kakak beralasan sambil nyengir.

IMG_2903
Danau Koto Panjang

Bahkan informasi yang disampaikan si kakak pun salah. Dia bilang ini bagian dari sungai Siak. Dari abang saya tahu bahwa itu ternyata adalah danau Koto Panjang, danau buatan bagian dari sebuah PLTA warisan jaman Soeharto.

IMG_2926_1
Turun ke pinggiran danau

Tempat pemberhentian kedua adalah jembatan Kelok Sambilan, satu jam sebelum setelah melewati perbatasan Riau Sumbar. Dan ternyata keren sekali. Usianya baru beberapa tahun. Sayangnya tidak ada spot untuk bisa memfoto keseluruhan jembatan. Foto dari atas di postingan sebelumnya.

IMG_2950
Jembatan Kelok Sambilan dari bawah

Pemberhentian terakhir dan terlama kami di kota Bukittinggi. Si kakak sudah kecapekan dan kami juga belum makan siang, pukul empat sore ketika kami sampai di Bukit tinggi. Saya tidak tertarik mengambil foto, karena sudah terlalu biasa dengan kota ini. Jam delapan malam, kami melanjutkan perjalanan. Karena sudah malam dan tidak ada pemandangan yang bisa dilihat lagi si kakak mengemudi dengan kecepatan maksimal dan kami pun sampai di rumah jam sepuluh malam. Kelelahan, lega sampai di rumah dengan selamat, dan senang hati karena puas melihat pemandangan seharian :D.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s