Good People Go Early

Dulu waktu dapat berita di TV Chrisye meninggal saya menangis, saya kelas 3 SMA waktu itu. Salah satu seniman yang karya-karyanya menyentuh hati, menginspirasi.

Kemarin saya dapat kabar bapak Naya, Prof. Dr. Surna Tjahja Djajadiningrat telah mendahului menghadapnya, usianya genap 70 tahun 1 september mendatang. Dan sedihnya sama seperti waktu Chrisye meninggal, ketika seorang yang sangat  menginspirasi deyngan kepribadian yang menyentuh hati mendahului, bedanya saya sempat berinteraksi dengan beliau dan merasakan betapa luar biasanya beliau bertahun-tahun. Kapten mendeskripsikan dengan sangat baik perasaan kehilangan yang kami rasakan :

 

Selamat Jalan Prof. Surna Tjahja Djajadiningrat,

Masih teringat lagi dalam benak kami, tentang kebaikan beliau, ilmu dan semangat beliau yang selalu ingin ditularkannya kepada kami, anak-anak beliau yang ‘rebel’ yang pernah beliau bimbing dalam organisasi Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam ‘Ganesha’ ITB.

Masih teringat lagi, setiap kali beliau rutin mengundang anggota KMPA Ganesha ITB kala itu secara khusus ke Resto Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB untuk ditraktir semua makanan yang ada, dan sekedar mengobrol tentang kegiatan Dewan Pengurus KMPA maupun aktivitas pelestarian lingkungan hidup yang hendak kami lakukan.

Masih teringat pula, saat beliau menelepon secara personal Menteri Lingkungan Hidup saat itu, Bapak Gusti Muhammad Hatta, dengan sapaan yang begitu informal “Tanggal 23 Lu ada acara gak? Datang ke acara gua ya. Jadi keynote speaker, opening acara Sahabat Bumi di kampus ITB,” yang langsung di-iyakan oleh Pak Gusti M. Hatta. Yang berujung kepada saya selaku panitia yang mengurus perizinan kegiatan Sahabat Bumi, mesti ditegur halus oleh pimpinan ITB karena melanggar protokol, bahwa ada Menteri datang tanpa persiapan dan penyambutan sesuai protokol. Rektor saja saat itu saya undang hadir melalui sms langsung, karena proposal yang masuk melalui protokoler terlambat masuk ke Pak Rektor. Maaf ya Pak, kami tidak mengerti protokol.

Beliau (Alm.) yang kami kenal merupakan orang yang sangat pandai menghargai dan menghormati orang lain. Masih lah kami ingat, bagaimana ekspresi kebahagiaan beliau ketika kami di masa itu, di tengah kemegahan acara penobatan beliau sebagai Guru Besar Emeritus ITB, memberikan Nomor Anggota Kehormatan KMPA Ganesha ITB (sebagai tanda beliau dilantik menjadi anggota KMPA G ITB) yang sebenarnya tidak lah begitu berharga jika dibandingkan dengan berbagai penghargaan yang beliau terima pada level nasional maupun internasional. Beliau langsung menyalami dan memeluk erat si pembaca SK Pelantikan tersebut sebelum SK selesai dibaca, sambil berkata “Terima Kasih” lebih dari satu kali.

Selamat jalan Bapak Pembimbing kami tercinta, kami akan ingat jasamu, kenangan-kenangan bersamamu, ajaran-ajaranmu, ilmu dan ide-idemu. Jasad memang sudah ketentuan dari-Nya untuk pasti wafat, tetapi gagasan atau ide tidak akan pernah mati.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, Semoga Allah terima semua amal-ibadahmu, Semoga ilmu yang engkau wariskan dan amal jariyahmu selalu mampu mengalirkan pahala kepadamu di sana. Terima kasih Pak Naya. Terima kasih. Terima kasih… 

Saya membaca berita-berita terkait kepergian beliau, ucapan belawungkawa yang tak henti-henti mengalir, dan karangan bunga yang katanya berlimpah di kampus untuk beliau, mestilah ada banyak orang yang merasakan kehilangan yang sama. Hanya bisa berdoa, semoga orang baik seperti beliau mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Selamat jalan, Bapak..

People come people Go, but the great one won’t leave your mind.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s