Pulang

Aku membayangkannya :
Aku mengemasi semua barang-barang pentingku;meninggalkan yang tak perlu;lalu membeli tiket pulang, kerumah.Lalu aku sampai hari itu juga dihalaman rumah, lalu mengetuk pintu.Lalu ibuk membukakan pintu dan aku berkata,”Buk, aku pulang”

Dan aku tidak bisa membayangkan apa komentar ibuk.Mungkin beliau akan menyuruhku istirahat di kamar, membiarkanku bermalasan-malasan berhari-hari, dan memasakkkanku masakan yang lezat setiap hari.Hingga hari ketujuh, akhirnya beliau akan memarahiku, “Kamu ngapain sih bermalas-malasan!kerja sana!”

Rasanya dadaku penuh sesak oleh kerinduan pada rumah.
Hanya saja, pulang, tidak lagi sesederhana membeli tiket dan mengemasi barang-barang.

~~

BSD, 6 Ramadhan 1435 H

Kesepian akut. Kombinasi efek kangen ramadhan di rumah dan hormon datang bulan. Dan masih juga belum terbiasa dengan atmosfer kota ini. 

 

 

Advertisements

6 thoughts on “Pulang

  1. 🙂 kombinasi yang bisa memproduksi air mata lebih banyak dari biasanya (kalo saya) hhee

    semoga kangen ramadhan di rumah nya bisa bekerja sama, membantu mbak terbiasa di sana…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s