Balada Pesakitan

Ibuk bilang beliau tidak ingat apakah saya pernah terkena cacar atau tidak diwaktu kecil, tidak heran mengingat beliau membesarkan empat anak dengan jarak usia yang tidak terlalu jauh satu sama lain. Dan pertanyaan apakah saya pernah kena cacar atau tidak akhirnya terjawab dengan pernyataan dokter minggu kemarin, “mbak itu sih bintik-bintik cacar”. Si dokter hanya memberi pernyataan singkat itu, dengan sebuah resep, dan satu surat sakti yang menyatakan saya harus beristirahat minimal 3 hari ini. Dan saya yang masih shock karena selama ini selalu berpikiran baik bahwa sepertinya saya pernah kena cacar waktu kecil dan sekarang sudah aman, juga tidak tahu harus bertanya apa.  Dari mbak-mbak kosan yang baik hatilah akhirnya saya banyak mendapatkan info, tentang apa yang harus saya hindari dan lakukan.

Analisa teman, si saya tertular cacar dari seorang anak peserta acara liburan ceria kantor yang saat itu saya jadi panitianya. Yang membuat saya sangsi, bahwa acara itu sudah cukup lama berlalu, sekitar tiga minggu yang lalu. Tapi katanya, mungkin saja si virusnya sudah mengendap lama dan menunggu ketika sistem imum saya sedang drop. Penjelasan yang mendadak masuk akal, karena si saya yang memang rada memaksakan diri untuk tetap ke bandung wiken itu dalam keadaan capek, dan kemudian malah berenang saat matahari sudah cukup terik. Dan sukseslah si virus yang sudah mengendap lama dalam tubuh menguasai tubuh saya yang sedang drop sistem imunya.

Sakit selalu menjadi hal menakutkan bagi saya. Mencuri waktu dengan kejam. Seperti saat ini, saya nyaris tidak melakukan apa-apa sejak minggu kemarin. Karena itu, saya berusaha sebisa mungkin menjaga pola olahraga dan makan saya. Tapi sayangnya ada satu faktor penting yang  belum mampu saya jaga, menjaga pola pikiran. Kemampuan saya mengatur pekerjaan buruk sekali seminggu kemarin, akibatnya, saya stress sendiri.Dan saya sadar bahwa jika saya tidak bisa mengatasinya, stress ini akan berdampak ke fisik. Dan ternyata efeknya berdampak lebih cepat dari yang saya bayangkan,haha.

Mencoba mengambil sisi positifnya. jangan lagi-lagi acuh untuk menjaga kesehatan, kesehatan fisik, dan kesehatan pikiran. Karena sungguh deh, sakit itu tidak enak, dan mahal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s