Sedikit dari Perjalanan (Kinabalu-3)

Apa yang saya dapat dari perjalanan kemarin? Selain memanjakan mata dengan live show landscape eksotik. Pertama, pemandangan indah lainnya berupa bule-bule ganteng sepanjang perjalanan (plis deh fa). Kedua,studi banding pengelolaan destinasi wisata alam Negara tetangga ( lebih detail di tulisan selanjutnya ya).Ketiga, seperti yang saya bilang sebelumnya, semangat untuk tidak membiarkan usia membatasi kita mewujudkan keinginan-keinginan. Mbak Noni jadi contoh yang sangat berkesan untuk saya. Di umur 43nya, dia masih mau mencoba melakukan hal-hal gila yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, seperti mendaki gunung. Atau mbak May, yang rela menggendong Cici berjam-jam.

Keempat,  mengingatkan saya tentang kembali belajar bersabar dengan proses dan menikmatinya. Kita tidak bisa mendaki gunung dengan tergesa-gesa, atau kita akan kehilangan kenikmatannya dan kelelahan dengan cepat. Untuk mencapai puncak, kita butuh berjalan dengan ritme yang teratur, tidak harus selalu cepat. Ketika akhirnya kita mendapatkan ritme yang pas, barukah kita bisa menikmati langkah. Asal sabar, insyaallah sampai puncak.

Dan sederet pemahaman-pemahaman lain yang sepertinya lebih enak kita obrolin sambil ngopi daripada saya ceritakan panjang lebar disini.

Tanyakan pada masing-masing anggota tim tersebut,” apa yang kalian dapat dari perjalanan itu?”. Setiap orang akan memiliki versinya masing-masing. Dan begitulah adanya, tiap kita akan memiliki pemahaman masing-masing terhadap sebuah perjalanan. Sekalipun kita berjalan dengan sebuah tujuan yang sama, bisa saja kita pulang dengan “isi” yang berbeda-beda. Karena itulah orang-orang bilang bahwa perjalanan tersebut selalu bersifat personal.  Tapi tentu saja kembali pada niat awal kita saat melakukan perjalanan, sekedar melihat apa yang terlihatkah? atau ada sesuatu yang lebih dalam yang kamu cari?

 So, what’ve you got from your journey? 🙂

  “Jika tidak ada pemahaman yang terbaharui sepulangnya kamu dari sebuah perjalanan, kecuali  bertambahnya koleksi foto dan sisa-sisa rasa senang, berarti ada yang salah dalam perjalanan kamu”-Dina duaransel. Disunting seenaknya oleh saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s