One Moment of Life

Rasa-rasanya belakangan setiap saya kembali kesini ini satu-satunya hal yang bisa saya ceritakan adalah : “ada sangat banyak hal terjadi”. Tanpa pernah benar-benar menceritakan dengan detail hal-hal yang terjadi tersebut. Tapi seperti itulah, hal-hal berdatangan. Satu moment disambut momen berikutnya, ditimpa lagi momen berikutnya, nyaris tak memberi jeda untuk memutar ulang.

Ah, oke baiklah. Saya hanya mencari alasan saja. Saya memang sedang malas menyempatkan waktu menulis.haha

Tapi saat ini, saya sedang berada dalam momen berbeda yang belum pernah saya rasakan seumur hidup dan saya rasa, dosa rasanya jika saya tidak bercerita.

Saya sedang berada di sebuah ruangan di rumah sakit. Menunggui si kakak yang sedang proses bersalin. Anak pertama. Bukan keponakan pertama saya memang, tapi keponakan pertama dari kakak perempuan kandung saya. Dan yang saya rasakan saat ini? nano-nano.

Hal yang tidak dirasakan laki-laki atau perempuan tidak memiliki saudara perempuan, ada semacam garis imajiner antara perempuan-perempuan bersaudara, yang membuat mereka lebih peka terhadap keadaan satu sama lain. Terutama dalam momen-momen penuh emosi seperti ini, nyaris mustahil tidak kena cipratan rasanya.

Dan, ini adalah pengalaman emosi yang asing bagi saya. Excited, menunggu tangisan pertama sang keponakan.   Khawatir, melihat si kakak yang setiap lima menit mengerang sakit yang panjang. Haru, melihat perjuangan sang kakak.Saya ingat mama, ingat mama pernah menjalani hal seperti ini dulu, saat menghadirkan saya kedunia. Amazing, melihat dengan lebih seksama bagaimana proses roda Tuhan berputar. Dan melihat bagaimana si kakak ipar membimbing kakak dengan sabar, dan memperhatikan cara dia memandang kakak saya? mustahil tidak membuat saya iri.haha.Ada juga sedikit rasa takut, sudah siapkah saya berada dalam posisi yang sama?Dan dibalik emosi-emosi ini ada harapan terbersit, semoga saya bisa merasakan hal yang sama, suatu saat nanti. Insting wanita sangat mudah ditebak ya.

Kombinasi emosi nan komplek ini sama sekali baru bagi saya. Dan, saya bersyukur diberikan kesempatan untuk merasakanya. Menyenangkan. Sebegitu menyenangkannya hingga mampu mengalahkan kemalasan saya bercerita belakangan.

Baru setengah perjalanan, Mari berharap saya tidak malas untuk menceritakan sisanya.hehe.
Doakan persalinana kakak saya berjalan lancar dan dipermudah ya! 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s