Filosofi Rendang

B: ul..rendang ul

sy : ogah, capek bikinnya semaleman, beli aja di warung padang

B : ah..katanya cewe minang..masa ndak bisa bikin rendang

sy:  Bodo, ga sebanding tau effort masaknya sama lama makannya , kan ga efisien

B: Rendang itu banyak sisi filosofisnya ul, kebudayaan minang itu tercermin dan berevolusi dalam rendang itu

sy : coba jelasin

B : lho..budaya gotong royong. Ga mungkin sendiri bikin rendang,matrileneal, cuma cewe-cewe minang yang bisa bikin pas (kesabaran, keuletan, kekuatan, konsistensi, kematangan). Identitas minang,  setiap acara di Minang pasti ada rendang. Dan sebagainya

sy :… wah .hebat!Habis baca apa km?

B:  hasil meditasi sambil ngunyah rendang

ps:

*hasil cheting sm teman setengah jenius setengah gila di grup whatsapp yang baru pulang berlibur dari kampung si saya

*diketik di jam-jam super ga kondusif ketika bapak-bapak bergosip hal-hal terkait rumah tangga*

Advertisements

2 thoughts on “Filosofi Rendang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s