Doa untuk dia.

~People come,people go.But the great one wont left your mind

 Ada yang menarik perhatian saya di pinggir kanan halaman facebook tadi pagi :

Today is Angelina Yofanka’s birthday.

Nah, saya berhasil menambahkan satu lagi daftar kekurangan facebook, mereka tidak bisa mengetahui user yang masih exist didunia nyata dan mana yang tidak.But this notification made me look up to her page.Dan saya hanya satu dari sekian banyak orang yang menyempatkan waktu berdoa untuknya pagi ini.

Harusnya dia berusia 20 tahun saat ini. Tapi saya pikir semua konsep duniawi berhenti berlaku padanya disaat dia berusia 19 tahun dan hampir 6 bulan.Jadi tidak peduli 1 tahun , 5 tahun, 20 tahun, atau bahkan puluhan tahun lagi ketika kita semua yang mengenalnya sudah bergelambir dan berkerut disana-sini, dia abadi di ingatan kita dalam usia 19 tahun dan hampir 6 bulan. Saya sedikit cemburu dengan fakta ini.

Melebihi rasa cemburu itu, saya merindukannya.Well, saya tidak yakin “merindukannya” adalah kata kerja yang tepat untuk mendefinisikan maksud saya. Telalu melow. Tapi saya tidak menemukan kosakata lain untuk mendefinisikannya.Lebih jauh dari rindu itu, ada perasaan sesal, diam-diam menganggu keyakinan yang terus saya ulang-ulang dalam hati, bahwa tidak ada manusia yang bisa menghindar dari ketetapanNya.

Mengingat dia tidak pernah menginjak usia 20 tahun, saya pikir tidak masuk akal mengucapkan selamat ulang tahun. Mungkin, cukuplah tanggal ini mengingatkan semua orang yang pernah mengenalnya, pernah hadir di kehidupan mereka seorang pribadi yang hangat dengan kelakuan-kelakuan pecicilan tetapi tetap tidak bisa menutupi kecerdasannya, yang punya mimpi-mimpi dan memperjuangkannya tak peduli orang bilang apa, yang selalu menemukan cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Saya mendapatkan begitu banyak pelajaran dari apa yang terjadi hari itu, yang masih kuat melekat dalam ingatan saya hingga saat ini. Semua yang ada disana melewati 5 hari itu pasti mendapatkan pelajaran masing-masing.

Dan untuk semua momen dan pelajaran yang pernah dia bagi dengan kita hingga hari terakhir dalam hidupnya, mengirimkan sedikit doa lebih untuknya setiap kali kenangan tentang dia hadir dibenak kita saya rasa tidak terlalu sulit. Doa yang sebenarnya, dan bukan sekedar ucapan dihalaman fesbuk yang tidak akan pernah dibaca pemiliknya lagi.

May you rest in peace there, Fan..

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s