Spasi

Dia menemukan spasi  yang terlalu lebar
lalu dia, asing

“ada apa?” tanyaku
“kenapa kita membuat spasi terlalu lebar?”tanyanya

“untuk membuat koreksi dan agar ada jeda saat orang membaca tulisan ini?”

“ah,terlalu asing,spasi itu
yang terlalu lebar dan meninggalkan sebuah ruang kosong yang terlalu luas
seolah ketika kita akan melanjutkan ke paragraf selanjutnya
kita akan terjatuh pada jarak itu
dan tak sanggup lagi mengeja kalimat selanjutnya”,jelasnya

“persempitlah” katanya,lagi

“tapi semua orang butuh jeda,kau tahu?”

“tak perlu seluas itu”

aku menertawakannya pelan,

“sebegitu takutnya kau keluar jalur, sesaat?”

persetan kau
makanlah keteraturanmu dan semua aturanmu.
dan kita liat siapa yang mati membusuk duluan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s