dance the code

Bagi sebagian anak elektro menulis pemprograman (ngoding, istilah kerennya) itu kayak ngeladenin adek kecil yang lagi nyebelin dan nakal-nakalnya. Ogah-ogahan, tapi tetep mesti diladenin.

Ditahun pertama, segolongan anak yang dari awal memang sudah menetapkan niat masuk elektro mengutuk-ngutuk sepanjang semester kenapa harus ada mata kuliah wajib dasar pemprograman yang sepaket lengkap dengan praktikumnya yang diluar jam normal plus dosen dan asisten-asisten yang killer.

Ada juga golongan yang ga sengaja terdampar di stei dan belum tahu mau masuk jurusan, dan akhirnya diujung-ujung tahun pertama memilih masuk elektro, dengan alasan   “ga mau ngoding lagi”, which we’ll realize later that it was really really really stupid reason,karena ternyata salah satu mata kuliah wajib buat anak elektro adalah “algoritma dan struktur data” mata kuliah informatika 4 sks, diajar oleh dosen-dosennya langsung, sepaket lengkap dengan praktikumnya yang diluar jam sks, plus tugas besar 2 kali sepanjang semester.

Diakhir semester kami dibagi atas 3 golongan, golongan yang lulus dengan nilai excellent, golongan yang lulus dengan nilai pas-pasan, dan golongan yang mengulang.

2 golongan yang disebutkan belakangan menjadi golongan yang merugi ditahun ke-3 dan seterusnya ketika akhirnya kami menyadari bahwa tugas kami ga lepas dari bahasa-bahasa planet itu sehingga prodi merasa begitu penting mewajibkan 4 sks itu buat kami.

Saya?

hehe.tenang saja, saya bukan golongan yang excellent tentu.Saya bikin rekor mengulang 3 kali.mhehe.

Yang cukup saya syukuri karena di kali ke-3 saya mengulang akhirnya saya jatuh cinta sama bahasa-bahasa.

Uhuy.

Nope.Maksudnya bukan saya jadi extra curious dan lalu pindah hobi jadi hobi mengoprak-aprik codingan.Tapi ketika akhirnya dikasih tugas yang membutuhkan sejenis bahasa pemprograman saya ga alergi lagi.

Sebenernya sih saya cukup tertarik dengan pemprograman.Tapi  memulainya itu lohhhh yang minta ampun.Apalagi kalo harus mulai belajar bahasa baru dari awal dan struktur datanya beda sama sekali.Mengubah perspective dan kebiasaan itu bukan hal gampang.

Dan ketika akhirnya saya memilih TA membuat aplikasi yang terkait pemprograman dan rekayasa perangkat lunak (yang ini mata kuliah informatika, mata kuliah pilihan, dan saya tidak lulus juga.i’am suck with class, really) dan dosen pembimbing saya setuju-setuju saja,saya cuma senyum-senyum dalam hati .Ahay, kalo si ibu ngeliat transkrip saya mungkin beliau bakal mikir-mikir lagi ngeijinin.

Lalu kenapa saya milih itu?

Karena saya punya bayangan tentang apa yang saya ingin bikin diakhir masa pendidikan saya dikampus gajah ini, dan dua bidang ilmu itu yang bisa memfasilitasi keinginan saya.

Yah, jangan tanyakan berapa lama waktu yang saya butuhkan buat engaged sama si TA.
*yeh,kayak sekarang udah engaged,hehe*

Tampaknya si adek kecil  itu mulai dewasa dan mulai berusaha menjadi teman menyenangkan untuk berbagi. 🙂 


ya,let’s just dance the code~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s