Pindah rumah (lagi)

Dan akhirnya setelah setahun tinggal di rumah dicisitu lama gang II nomor 89 yang super mungil, saya pindah rumah kontrakan.Ga jauh-jauh sih, cuma pindah satu gang saja, ke gang III no 68.Dan yang sekarang rumahnya rada gedean, masih dua kamar (masih dengan partner yang sama), ada ruang tamu dan dapur yang cukup luas dan kamar mandi yang luasssss buanget.Dan ada teras gede sehingga ga susah lagi kalo mau nyimpen motor.Harganya lebih mahal, tapi sebanding sama kenyamanannya.Plus lingkungannya ga serame di gang II, lebih nyaman lah kalo buat yang suka mengautis kayak saya dan dincheu.

Ritual pindah rumah menyenangkan buat saya.Bagian paling saya suka adalah ketika menata ulang rumah,  saya bisa ga tidur  semalaman sampe saya benar-benar yakin semua benda berada dalam posisi yang enak dilihat. Yang ini jelas karena pengaruh kebiasaan di rumah orang tua, yang dalam setahun bisa sampe berkali-kali ditata ulang sama si ibu.

Hal lain yang menyenangkan dari pindahan adalah waktu bongkar-bongkar dan waktu packing barang-barang karena bakal menemukan banyak barang yang saya pikir hilang atau barang-barang yang terlupakan karena disimpan entah dimana.

Ada nemuin beberapa buku agenda waktu SMA dan tahun pertama kuliah yang asli bikin saya ketawa ngakak malu bacanya, diisi dengan tulisan-tulisan penuh motivasi dan curhat-curhatan alay lebay ala remaja labil.masa lalu oh masa lalu.*can’t i erase that part?*hahaha.Ngeliat lagi album foto-foto SMA dan beberapa tulisan-tulisan lama. Beberapa kado dari teman yang saya simpan karena ga tau mesti ditarok dimana, dan baju-baju favorit yang udah ga dipake lagi.

Yang bikin sedih dari pindahan sekarang adalah membayangkan hasil karya seni terbesar saya, (literally) si lukisan dinding dikamar pasti bakal dicat ulang sama penghuni yang baru.Ya sudah, nanti dikamar baru saya nge-cat lagi deh.Tapi empu rumah yang sekarang rada galak kalo soal kebersihan rumahnya,jadi belum tau boleh “dihias” ato ga rumahnya.(tapi kayaknya kalo ga boleh, kamar bakal tetap saya cat sembunyi-sembunyi,hehe).

Semoga ini jadi rumah terakhir yang saya huni dibandung dengan status mahasiswa.amin deh yaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s