When the ladies put back their boots – gede mt. (1)



Finally!

setelah dua bulan persiapan,mulai dari ngumpulin tetua2 wanita kmpa yang tersebar dipenjuru indonesia dalam satu forum; mengumpulkan ide,saran pendapat;merembukkan tempat;merembukkan waktu dan mempersiapkan perizinan,logistik dan segala sesuatu terkait pendakian.Akhirnya 9 orang wanita kmpa dari berbagai generasi,ditambah satu hapy tod berusia 2 tahun -sikecil cici, berangkat tanggal 24 juni lalu dengan tujuan puncak gede.Bukan gunung yang prestisius memang,apalagi bagi para dedengkot2nya pendaki.tapi dengan melihat ragam karakter,pekerjaan, dan usia peserta pendakian ini, saya senang pendakian ini akhirnya terealiasikan.

“kenapa mesti para wanita?”
“kok gender banget sih?”

itu beberapa komentar yang terlontar dari tetua2 ketika ide ini diajukan, pendakian yang pesertanya dibatasi wanita.(sampai ada yang bilang saya feminis, hahay..enggak kok,bener deh),hanya saja saya melihat sebuah fenomena diorganisasi tempat saya dibesarkan hampir 4 tahun ini. tiap kali ada acara ngumpul kmpa seperti family gathering,dies natalis, buka puasa bareng, ato acara lainnya,saya jarang bertemu dengan kakak2 wanita saya.padahal mereka sering diceritakan, tentang prestasi2 dan kehidupan mereka dikmpa.Itu alasan kenapa saya ingin mengajukan perjalanan ini.Sedikit ragu awalnya, tapi kemudian mbak May mengajukan ide yang sama, dan saya pikir, hayolah kita jalan.

Sebenarnya ada 13 orang yang mendaftarkan diri untuk perjalanan ini , tapi 2 orang mengundurkan diri karena bermasalah dengan kesehatan, dan 2 orang laginya karena urusan kerjaan.Dan inilah akhirnya pesertanya :

  1. Mbak Chitra (Teknik Lingkungan ’90, pendakian terakhir berapa belas tahun lalu mbak?hehe, ibu dari 3 orang anak,Asia Pasific Senior Regional Associate at Revenue Watch Institute)
  2. Mbak May (Geologi ’98, pendakian terakhir kinabalu 2008, ibu dari satu orang putri, Petrophysicist at BP Indonesia)
  3. Mbak H (oseanografi ’99, pendakian terakhir tambora 2003, ibu dari satu orang putri , ibu rumah tangga, online shop)
  4. Mbak Maya  (Biologi ’01, pendakian terakhir semeru 2005, ibu dari satu orang putra, WWF-Indonesia)
  5. Ria (TL ’05, pendakian terakhir Rinjani 2010, pekerja diperusahaan konsultan lingkungan,lajang)
  6. Dinna (Biologi ’07, kalo yang ini kerjaannya emang naek turun gunung,mahasiswa)
  7. Yostal (Farmasi ’07, pendakian terakhir sindoro 2010,mahasiswa)
  8. Saya (Elektro ’07, pendakian terakhir gede Juni 2011-dalam rangka survey setelah hampir setahun ga naek gunung, mahasiswa)
  9. Nurul (FT ’09, kalo yang ini kerjaannya keluar masuk goa,mahasiswa) 
  10. cici (Putri mbak may, 2 tahun, pendakian pertama)

Cici dalam rencana awal tidak ikut, dan rencana awalnya kami tidak menggunakan porter.Tapi karena papa cici mesti keluar kota dan cici tidak bisa ditinggal, akhirnya kami menyewa jasa porter untuk menggendong cici diperjalanan, kami memanggilnya kang deny.Dan satu porter lagi untuk mengurangi beban, kami memanggilnya Budi. (yang ibu-ibu hanya membawa kerir berisi barang pribadi).

Dan begitulah akhirnya, 10 orang wanita dari berbagai generasi yang beberapa diantaranya sudah lama sekali tidak mendaki, ditambah 2 orang porter berjalan dengan tujuan yang sama : puncak gunung gede 2965 mdpl.

and finally, sabtu siang 24 juni 2010, kami bersama berada dipuncak gede.


Thank you every body, for 2 funday you gave, for 2 day story and for 2 day inspiration
.

hayo kapan lagi kita kemana.hehe

~~Put’s your boots on ladies, tonight we’ll hit the top!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s