Cerita Perjalanan – gede.Mt (3)

Perjalanan menuju puncak gede kali ini dari jalur gunung putri (sengaja dipilih jalur yang sedikit lebih tajam dengan iming2 camp di alun-alun surya kencana yang katanya super cantik).Pukul 09.45 perjalanan dimulai dari GPO.

 
before

Buat yang masih fit, perjalanan hingga kesurya kencana bisa ditempuh dalam jangka waktu 4-5 jam.Tapi karena peserta pendakian ini notabene sudah tidak aktif naik gunung, + ditambah membawa seorang baby, diperkirakan kami sampai dialun-alun sekitar magrib.

 

 
Diperjalanan
 
Istirahat makan siang

Dan benar saja, pukul 6 sore.seluruh tim berkumpul di alun-alun. Tidak terlalu banyak masalah ketika naik, walaupun pelan, tidak ada yang fisiknya drop sama sekali.Cici membuat semua orang tertawa senang.

 
Alun-alun timur

Pukul sembilan setelah makan malam semua orang masuk tenda masing-masing dan beristirahat, tidak ada yang berniat berdiam diluar.walopun pemandangan langit cantik sekali dengan cahaya bintang yang terlihat jelas (dikota sepertinya jarang sekali melihat bintang,polusi cahaya) ,cuacanya super-duper-dingin. Dan begitulah kalo naek gunung dimusim kemarau, malam harinya bisa teramat dingin.Katanya, uhu dini hari disini bisa sampai 0 derajat.Keuntungan naik dimusim kemarau, tidak ada hujan.

Dan well,Semua orang tidak bisa tidur malam itu, saya terbangun berkali-kali.sambil mendengar suara dari tenda-tenda yang lain.haha.wajar sih, sulit untuk tidur di cuaca begitu dingin.sleeping bag dan kaus kaki terasa tidak banyak membantu.Pukul 3, dari tenda sebelah  cici menangis, popoknya penuh.Terdengar suara mbak H dan mbak May yang sedang mengganti pakaian cici.Dan menjelang subuh tampaknya saya baru benar-benar bisa tidur.

Pagi jam setengah 7,tiba-tiba ada suara dari luar tenda.

“beli nasi uduk neng, gorengan”
what??siapa yang mau jauh-jauh untuk jualan nasi uduk dan gorengan kesini??

Dan semua orang akhirnya membuka pintu tenda,membeli gorengan dan nasi uduk.Bayangkan, harganya cuma 5ribu rupiah untuk sebungkus nasi uduk dan seribu rupiah untuk sebuah gorengan.

“jam berapa pak, berangkat dari bawah?”
“jam 2 neng..”

 
Bapak nasi uduk

aih si bapak.Bapak yang baik hati,mungkin orang tidak akan keberatan mengeluarkan uang dua kali lipat itu untuk membeli nasi uduk dan gorengan ditempat sejauh dan setinggi ini.Kalo ada yang nawar harga itu namanya tega.hehe

Pukul 7 kami semua baru benar-benar keluar dari tenda.beberapa tempat disebelah barat mulai terkena cuaca matahari, tapi bagian lembah tempat kami berkemah belum.jadi masih dingin.Melihat keluar dan ternyata embun-embun diatas flysheet tenda sudah mengkristal menjadi es.Hoho.pantas dingin sekali rasanya.

 
Tampang bangun tidur

Kami berpindah ketempat yang lebih panas, berjemur menghangatkan diri sekalian menikmati pemandangan pagi alun-alun.cantik sekali.dan tentu saja fotofoto.hehe.

Saya, dinna, dan yostal sengaja bawa kebaya khusus untuk foto-foto dialun-alun dan puncak.haha,niatnyaa. (padahal kebayanya seharusnya dipake nikahan mpok rime nanti,maaf ya mpok).

Jam sembilan kami packing barang-barang dan siap berangkat kepuncak pada pukul 09.45.
Track dari alun-alun surya kencana menuju puncak gede tidak seterjal dari kandang badak (jalur cibodas).lebih dekat, dan lebih tertutup.Sekitar pukul 11.00,semua berkumpul dipuncak.Foto-foto lagiii.

Pukul 12 ketika kami memulai perjalanan turun kebawah kearah jalur pendakian cibodas.Sayangnya perkiraan saya meleset jauh mengenai waktu turun.Dengan sedikit berlari, biasanya  perjalanan turun melalui cibodas bisa ditembuh dalam waktu 3 jam.Saya mengalokasikan waktu 5-6 jam untuk tim ini.Tapi sayangnya meleset jauh.

Biasanya perjalanan turun dari gunung memang lebih berat. Untuk menghindari kelelahan dilutut, biasanya pendaki turun dengan teknik berlari dan sedikit beristirahat.Tetapi teknik ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang apalagi buat yang sudah lama tidak mendaki.Kami berjalan turun dengan langkah biasa.

Sampai dikandang badak pukul 2 (hampir 2 jam untuk perjalanan turun).

 
Tanjakan setan (puncak-kandang badak)

Istirahat, makan siang, dan sholat.Dan kami baru berangkat lagi pukul 15.30 .Semua tim sampai diair panas pukul 16.30. Semua orang khawatir kami akan kemalaman dijalan. Di cuaca gelap perjalanan akan jadi lebih lama, dan beberapa orang biasanya jadi lebih mudah drop disaat gelap dan suhu yang lebih dingin.

Saya, dinna, dan kang deny sudah sampai diair  terjun panyancangan pukul setengah enamnya.sementara yang lain masih dibelakang.Kami menunggu yang lain sambil beristirahat disini.Tapi sudah mulai gelap, dan Cici terus2an melihat keatas ke jalur pendakian, mungkin menunggu bundanya muncul.tidak menangis dan terus bermain dengan kami, tapi terlihat sedikit bingung.ga tega liatnya,akhirnya saya meminta kang deny untuk membawa cici turun duluan (sekitar setengah jam perjalanan normalnya menuju pos montana).sementara saya dan dinna menunggu yang lain disini. dinna menyerahkan senternya ke kang deny.

Dan stupidnya, kami baru menyadari setelah gelap bahwa tidak satupun diantara kami yang pegang senter lagi.haha.untungnya dinna punya lilin, itupun cuma satu.Kesalahan teknis yang bodoh.

Stupid, saya sedikit khawatir.Sudah gelap sementara yang lain tak kunjung muncul.Sedikit senang, karena cici tidak harus ikut menunggu gelap-gelapan disini.Melihat  keatas, cuma keliatan gelap dan kunang2 yang banyak sekali.memanggil tetapi tidak ada yang  menyahut.Dan kami cuma punya satu lilin.Pukul setengah tujuh ketika masih tidak ada yang muncul  sementara lilin sudah mau habis, kami memutuskan turun dengan penerangan lilin alakadarnya  itu.mengantarkan beban sekalian minta tolong orang untuk menjemput keatas.Lalu meninggalkan pesan diatas kertas dan menaruknya diatas tempat yang kira-kira akan dilalui mereka

“dinna, maul, cici, dan k’ deny turun duluan kebawah,
nganterin cici kebawah sekalian minta tolong orang untuk ngejemput”

hahaha.berasa jaman baheula nulis pesan pake kertas.sebelum turun kami bertemu rombongan yang akan naik.lalu nitip pesan lagi lewat mereka kalo ketemu rombongan kami.

dan akhirnya saya turun bersama dinna dengan bantuan penerangan sebatang lilin.super hati-hati karena takut lilinnya tertiup angin.Berusaha tetap bercerita biar jalannya ga sepi-sepi banget.Sekitar 15 menit perjalanan, kami bertemu dengan 3 orang dari ranger yang ternyata memang naik untuk menjemput kami.ah, syukurlah.ketika sedang mengobrol dengan mereka, handy talky yang dipegang dinna berbunyi.Tolol, kami mengabaikan keberadaan benda satu ini.Yostal yang menghubungi.mereka semua sudah berada dipanyancangan.hwaaaaa,sumpah saya lega sekali rasanya.Dan yostal baru memberi tahu ada senter korek api didalam tasnya yang kebetulan dibawa saya.haha.tolol.akhirnya saya dan dinna meneruskan perjalanan turun.sementara yang lain menjemput teman-teman diatas.

di KM2 kami bertemu kang deny,

“wah,cici mana kang?”
“ada dibawah, dibasecamp montana,dijagain teman”

dan kang deny naek keatas ikut menjemput sementara saya dan dinna meneruskan perjalanan turun.sekitar pukul 7 kami sampai dimontana.segera mencari cici, yang ternyata sedang digendong seorang teman dimontana.tidak menangis dan tidak rewel.ah ciciiii.benar-benar si kecil ini penghilang lelah.

Beberapa saat, mbak H dan Yostal sampai juga dimontana.Dan Mbah H yang baru sampai bukannya minta minum tapi malah langsung menggendong cici.duh duh.memang yah cici ini.
Cici selalu senang bersama mbak H.(dan mbak H  paling akrab sama cici diantara tante-tante yang lain, memang beda kali yah antara orang yang udah ngerasain jadi ibu sama yang tidak)
Kemudian datang mbak May dan Nurul.Dan cici langsung menyambut sang bunda datang. Senang sekali melihat cici dipeluk oleh sang bunda.Setelah mbak may, lalu datang mbak May yang udah sedikit drop (aduh maaf ya mbak).Yang terakhir adalah kak Ria dan Mbak Chitra yang walo udah keliatan drop, tetap tersenyum dan terlihat cantik (ah,mbak yang satu ini).

Lega sekali melihat semua orang sudah berkumpul ditempat yang nyaman.dan cici tertawa senang diantara tante2 dan bundanya.

Lucunya, ketika angkot yang kami sewa untuk balik untuk menuju penginapan sudah datang, Cici menangis kencang.tangis terlama cici.saya jadi heran kenapa.dia menolak ketika akan dipasangkan jaket tetapi tidak menolak ketika diajak tidur dan masuk kamar sama si om dimontana. Oh, mungkin capek.takut kalau harus jalan dan masuk baby carrier lagi.ahay ,cici cantik…cupcup.

Dan begitulah, kami kembali ke penginapan guest house balai penelitian tanaman hias didesa landbouw cipanas.Dan ada  kak heidi, om Ryan dan Kang Aji yang ternyata menunggu disana.Dengan martabak dan brownies kukus.hwaaaa.laparrrrr, nyamnyam.

 

After

Advertisements

One thought on “Cerita Perjalanan – gede.Mt (3)

  1. Tante Maul dan Tante Dinna..terimakasih ya sudah berinisiatif menyuruh Kang Deny membawa Cici turun duluan..di naik gunung berikutnya InsyaAllah Bunda akan bersama Cici selalu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s