Baduy (3)- sistem kepercayaan

Salah satu hal yang menarik perhatian lebih saya ketika mengenal sebuah komunitas masyarakat baru,adalah sistem kepercayaan dari masyarakat tersebut.Karena sistem kepercayaan menurut saya  adalah sebuah hasil kebudayaan tertinggi yang memiliki daya dan pengaruh yang luar biasa terhadap masyarakatnya dan memiliki kemampuan bertahan dari generasi ke generasi. Sistem kepercayaan dapat menggerakkan dan menahan masyarakat untuk melakukan sesuatu.

Dan pertanyaan yang pertama kali muncul dikepala saya ketika menginjak tanah baduy kamis 9 juni lalu,seperti biasa :

“apa kepercayaan yang mereka anut?”

Saya masih belum mengetahui jawabannya ketika saya sudah masuk ke cibeo , kawasan baduy dalam.Dan saya masih sedikit canggung untuk bertanya langsung. karena rasanya masalah kepercayaan sepertinya pertanyaan yang cukup pribadi.Penting untuk mengetahui hal-hal seperti ini, memudahkan  bersosialiasi dengan komunitas yang baru kita masuki dan agar kita tahu bagaimana cara bersikap dalam kehidupan mereka.Dan tentu, membantu menghindarkan dari kesalahan-kesalahan bodoh seperti yang saya lakukan.

Kami sampai sore hari diCibeo, dan saya tidak begitu memperhatikan arah matahari.Malam hari ketika hendak menunaikan ibadah solat, saya kebingungan,

 “arah kiblatnya kemana yah?”

Saya dan Dian berpendapat yang berbeda tentang arah barat.Dan tidak satupun kami yang membawa kompas.

“mau solat?kesana arahnya, sama semua arahnya kalo solat kesana”

Juli,si empu rumah, yang melihat perdebatan kami menengahi dan menunjuk sebuah arah yang berbeda dari pendapat saya maupun Dian.Dan dari sana saya menyimpulkan mereka penganut ajaran Islam juga.Lalu besoknya saya menggunakan arah yang sama yang saya gunakan semalam untuk solat subuh.

Tetapi ketika matahari mulai bersinar, bayangan yang terbentuk ( yang seharusnya condong ke arah barat) tidak searah dengan arah solat yang saya gunakan.Mbah somad yang pertama kali menyadarinya.

..JengJeng.Nah lho.

Kami tertawa kebingungan.mau mengkoreksi arah yang benar ke Juli ga berani. Lah wong, sehari kenal juga belum,masalah kebiasaan apalagi terkait kepercayaan kan biasanya cukup sensitif untuk masyarakat  tertentu.

Dan akhirnya pertanyaan saya terjawab ketika menginap dibaduy luar yaitu didesa kanekes, malam hari berikutnya saat berbincang-bincang dengan empunya rumah.Di baduy luar, orangnya lebih terbuka terhadap orang asing dan kami bisa berkomunikasi lebih lancar dan bisa lebih bebas bertanya tentang banyak hal.Dari bapak tersebut kami dijelaskan tentang sistem kepercayaan yang dianut komunitas Baduy.

Jadi kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Baduy dikenal dengan Sunda wiwitan.

Sunda Wiwitan dianut sejak lama oleh orang Sunda sebelum datangnya ajaran Hindu dan Islam.Sifatnya adalah kepercayaan yang bersifat monotheis, penghormatan kepada roh nenek moyang, dan kepercayaan pada satu kekuasaan.

Seiring waktu, pengaruh Islam masuk ke komunitas Sunda wiwitan ini. Terjadi percampuran, perubahan-perubahan tradisi, terkadang mereka menyebutnya agama Islam wiwitan.(Saya lupa mencari tahu apakah masih ada yang menganut Sunda wiwitan murni tanpa pengaruh agama lain)

Seperti Islam, mereka menyembah pada Tuhan yang esa pencipta alam.
Ritual ibadah mereka juga beberapa memiliki kemiripan dengan Islam.Mereka mengenal puasa, tetapi pelaksanaannya tidak pada bulan Ramadhan, dan waktu berlangsungnya adalah 3 bulan.Selama 3 bulan itu daerah Baduy dalam dilarang dimasuki orang asing.Tetapi mereka tidak mengenal ibadah solat, masalah aurat juga sepertinya mereka tidak mengenal.Tidak mengenal kitab alquran juga sepertinya.

Itu salah satu contohnya, Tidak banyak yang dijelaskan oleh si bapak tentang bagaimana tepatnya bentuk kepercayaan wiwitan ini, dan saya juga tidak banyak bertanya.Dan karena saya cuma 2 hari diBaduy, tidak banyak informasi yang saya dapat.

Bagi yang ingin tahu lebih, mungkin dapat googling sendiri diinternet atau datang langsung dan bertanya ke orang-orang disini.hehe.Saya cek di wikipedia, penjelasannya cukup lengkap.

Dan ini pelajaran untuk saya : cari informasi sebanyak-banyaknya terlebih dahulu  sebelum masuk ke masyarakat yang belum kita kenal daripada melakukan kesalahan bodoh yang tidak perlu.

Sekian dari perjalanan 2 hari saya ke baduy.

 Let’s find another great trip .get out from our comfort rutinity room, walk under the sun, talk to stangers,joy  life 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s