Mahameru – Pencapaian yang Sederhana

Ditahun yang sama saya menginjak puncak merapi, saya mencium aroma pagi di puncak mahameru.sebuah perjalanan biasa lain tetapi menyenangkan yang saya lakukan bersama 2 orang wanita menyenangkan dan aneh, yostal dan dinna.Dan, perjalanan ini selalu membuat saya tersenyum-tersenyum bodoh setiap kali mengingatnya, jelas karena memang perjalanan itu mengesankan, kedua karena perjalanan itu selalu mengingatkan saya betapa sederhananya pemikiran kami (saya lebih tepatnya) saat itu.: keinginan bersenang-senang- melepaskan diri sesaat dari kesibukan dan tanggung jawab  -pencapaian dan kebutuhan akan pengakuan. remaja sekali.

Kapan ya rencananya dicetuskan?lupa. mimpinya sih backpacker-an bertiga keliling eropa.
sayangnya jalan menuju sana masih gelap,target diturunkan, dan jadilah semeru dan sempu penyemangat kami untuk segera menuju desember tahun itu. (2009 )

Motivasi-motivasi tersembunyi saya untuk melakukan perjalanan ini yang membuat saya tersenyum konyol  mengingatnya.

Alasan pertama : karena memang ingin merasakan perjalanan bersama dua wanita extraodinary ini.*orang yang tahu rahasia anda terlalu banyak,-orang yang akan anda ajak ketika anda ingin melakukan hal menyenangkan *

Alasan kedua : .. “i need a sweet escape”,

Sejak bulan september tahun itu  saya mengurusi posko penanganan gempa bandung , dan sebulan berikutnya saat kerjaan diposko ini belum selesai, tanggung jawab datang lagi- gempa didaerah sumatera barat, kampuang tacinto. hampir 3 bulan, menghabiskan waktu bekerja dengan orang-orang yang baru saya kenal. mobile kesana kemari, ngobrolin konsep dan teknis sampai subuh, curi-curi belajar buat ujian diantara rapat-rapat, melayani orang yang datang tiap waktu ke posko., kerjaan di organisasi.really hectic. dan bukannya saya tidak menikmati kesibukan-kesibukan itu,but i  need a litle privat time – bersama orang terdekat saya. kabur dari kesibukan,hehe.-look irresponsible, eh?

Alasan ketiga : yang ini saya sebenarnya ingin menolak mengakuinya.tapi semakin saya menolaknya, semakin saya ditertawakan oleh si hati,”mau menolak kenyataan kalo lo pernah berada difase ini??”

semacam.. : “LOOK LOOK, i can do all by my self!!. i can do it!” 

Konyol tidak? Kalau sekarang saya melihat orang melakukan hal yang sama, saya akan jawab:KONYOL. Si  hijau yang butuh diakui bahwa dia bisa dan dia mampu.

Dan sepertinya menjadi obsesi tersembunyi saya tahun itu – ingin sekali mencapai tanah-tanah tertinggi negeri ini. Pencapaian yang terlalu sederhana– kalau saya ingat-ingat lagi sekarang.karena benar-benar hanya keinginan pribadi yang tidak banyak membawa manfaat  untuk orang lain.berkhianat sekali saya, “puncak seharusnya bukan tujuan, eh?”.apapun deh, saya cuma pengen nyampe puncak saat itu. Tiga alasan diatas, membuat saya bersemangat menuju desember.hayuk lah hajar.dan dinna yostal sama bersemangatnya dengan saya. Kami sampai membuat sebuah buku jurnal bersama , isinya catatan kegiatan-kegiatan kami, persiapan-persiapan yang harus dilakukan, mengingatkan tanggung jawab yang mesti kelar,  curhat-curhat.hehe.Ngakak kalo sekarang saya dan dinna ngebaca lagi jurnalnya- “apa2an sih kita- naek gunung doang“.Tapi juga senang, mengingatkan lagi semangat kami waktu itu.

Desember datang, dan kami benar-benar berangkat!setelah dua hari sebelum berangkat kami memutuskan membatalkan perjalanan karena waktu itu pekerjaan-pekerjaan ternyata belum selesai, lalu sehari sebelumnya ganti keputusan,” hayo berangkat!-pokoknya semua pekerjaan beres hari ini!”. dan kami benar-benar berangkat.

the greatest moment ,pagi hari jam setengah tujuh ketika kami mencapai puncak mahameru.
mendahului beberapa orang lain,

wooaaa. hellooooo java island!incredible!

Sensasinya rasanya menyenangkan sekali, seperti mendapat banyak tambahan energi dan rasanya seolah saya bisa melakukan apapun saat itu.dan ketika kami sampai dipuncak waktu itu, pikiran selanjutnya yang muncul,“Next destination??“hehe.lupa,tanggung jawab dikota menanti. Padahal kalo diingat-ingat lagi sekarang,apa sih yang spesial dengan perjalanan mendaki semeru?nothing,  semua orang bisa kok, dengan sedikit persiapan fisik. tapi waktu berada di puncak, kami merasa hebat sekali.remaja memang.Puncak, pencapaian kami sesederhana itu saat itu.

Terlepas dari alasan-alasan bodoh yang saya sebut diatas, tujuan-tujuan sederhana, kelakuan-kelakuan bodoh, saya senang karena perjalanan ini terealisasikan.bertemu orang-orang baru, privat time bersama dua orang wanita extraordinary itu,mengenali lebih banyak,  berbagi cerita sepanjang perjalanan, melakukan hal-hal konyol , saat  kepepet butuh memanfaatkan orang terkadang dengan mengandalkan tampang2 mendayu ( ups.jangan dicontoh yah,hihi), menggembel di stasiun dan mesjid, pengalaman-pengalaman baru, kelelahan tapi senang. Anggaplah itu satu fase,ketika apa yang ada diotak saya hanya tentang bersenang-senang dan pencapaian-pencapaian pribadi yang sederhana.Bukan hal yang saya ingkari, tetapi saya ingin berpindah dari fase itu.Fase berikutnya saya ingin perjalanan bermakna lebih daripada sekedar beristirahat dari rutinitas,mengunjungi tempat-tempat baru, bersenang-senang.

Terima kasih, belum pernah saya ucapkan langsung.untuk teman-teman dari unibraw, teman yang menemani hingga ke ranu kumbolo.teman teman ke puncak : om unu ,mbak maya, om budi dan beberapa teman lain. teman-teman di himpala, mapalanya unibraw yang memberi akomodasi kami selama di malang dan sempat direpotkan oleh teman2 kami yang pada waktu yang sama sedang mendaki ke arjuno,  teman-teman di satu bumi, mapala fakultas tekniknya UGM, atas tampungan selama 3 hari di jogjakarta dengan suasana hangat dan memperlakukan kami seolah keluarga. dan untuk semua orang yang saya temui disepanjang perjalanan yang membuat perjalanan selama 9 hari itu menyenangkan.:)

Advertisements

3 thoughts on “Mahameru – Pencapaian yang Sederhana

  1. thank you for sharing Dek Maul..pernah berasa dalam situasi yang sama sehingga aku bisa ngerasain luapan emosi yang sama he he..dulu aku ma Tyas, anak KMPA 98 juga pernah punya cita – cita seven summit Bandung Utara, dan ini kita lakukan berdua aja tiap hari rabu habis praktikum Fisika Dasar..dan setelah itu banyak banget perjalanan iseng yang kita lakukan, cewek semua : aku, Neneng, Tyas ma Rini sampe – sampe dulu kita pernah dilarang oleh DP KMPA naik gunung cewek semua, akhirnya kita nyumput nyumput biar ga ketahuan..eh tapi tetep aja pernah ketahuan..waktu itu kita naik Merbabu sedangkan ada rombongan KMPA lain naik Lawu,.eh udah nyumput nyumput di SEL malah ketemunya di Yogyakarta, di tengah hiruk pikuk orang yang lagi sekatenan.tapi yang jelas sampai sekarang hal hal itu menjadi hal yang paling kami rindukan dari masa kuliah..kayanya bosen deh kalau kuliah hanya belajar aja 🙂

  2. wah,ternyata cewek2 kmpa teh dari jaman dulu sama aja yah mbak,hehehe..jadi pengen cepet2 ke gedenya, denger cerita kmpa aman lampau,hehe@yostal : kamu punya multiply neng?aku baru tau.hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s