Hari Minggu yang Sehat di Car Free Day

Saya tidak tahu dinna kena sambet jin apa atau dapat pencerahan apa waktu kepapandayan  sabtu kemarin.Sabtu malamnya  dia ngajakin saya ke car free day sekalian cuci mata ke pasar minggu gasibu minggu pagi,yang saya iya2in aja.Pengennya sih besok tidur seharian, ngeistirahatin badan yang cenat cenut habis maen air di citarum. Biasanya, rencana untuk berkegiatan di hari minggu pagi berakhir dikasur.Kami sama payahnya kalo soal bangun pagi dihari minggu.Tapi besoknya, doi ternyata benar-benar sudah bangun sebelum jam 7 , dan menyuruh saya bersiap-siap. Woaaa, kemajuan sekali.mungkin juga efek hidup 2 bulan sama tentara di leuseur.hoho.

Pukul setengah delapan kami berangkat dari kostan, dan memutuskan jalan kaki aja ke jalan dagonya(ini usul dinna loh,benar2 kemajuan pesat kan?sumpah,sebelum ke leuseur  dia ga hobi bangun pagi dan jalan kaki di kota, even a bit)

Ada yang belum pernah ke dago car free day?tenang kalo belum.selama sejak car free day digalakkan jadi acara rutin, saya juga baru 2 kali ke CFD.padahal dari kost ke jalan dago tinggal ngesot juga nyampai.Tapi kalo hari minggu saya sedang dibandung, selimut selalu lebih menarik daripada jalan-jalan.

Car Free Day adalah kegiatan rutin setiap hari minggu dikota bandung,dimana ruas jalan dago dari pertigaan sumur –dago sampai ke jalan layang dibebaskan dari semua kendaraan bermotor. Dan penduduk bisa sepuasnya memakai ruas jalan ini,mo ngesot ditengah jalan kek, mo sepedahan, seketeran, sepatu roda, nyanyi-nyanyi, konser,sampei mo nari-nari dijalan juga boleh. Dari pagi hingga jam sebelas siang.

Tujuannya?kampanye pengurangan penggunaan kendaraan bermotor untuk mengurangi polusi udara.Dan tentu juga usaha mengurangi macet di bandung yang makin bikin keki. Saya lupa pelaksanaannya sejak kapan, tapi sepertinya belum sampai setahun.

Sebagai perintis dari kegiatan ini, adalah acara Balad Kuring.Sejenis, car free day juga, tapi jalan yang dijadikan tempat waktu itu yaitu ruas jalan depan gedung sate.Pelopornya teman-teman dari forum hijau, forum perkumpulan organisasi-organisasi atau pribadi pencinta lingkungan.Kemudian dari acara Balad kuring, diajukan untuk dijadikan acara rutin kota Bandung, dan dipilih jalan yang digunakan yaitu jalan Dago.

Tapi sayangnya walaupun acara berjalan rutin, esensi dasar dari kegiatannya belum tercapai. karena sepertinya hanya memindahkan jalur kendaraan bermotor, dan malah memindahkan macet ke daerah lain.

Yah, tapi begitu Dago Car free Day tetap menarik dan banyak penggemarnya.Yang mau liat kreatifitas warga bandung, datang saja hari minggu ke jalan Dago. Berbagai komunitas unjuk aksi. Yang mau cuci mata nyari kembang bandung, sok juga, mangga kamari. Awewe geulis bandung punya bertebaran dimana-mana.  Kalo istilah nakal anak-anak, “nyari paha”.halahhh.

Dan ketika tadi saya dan dinna kesana juga,memang banyak pertunjukan-pertunjukan menarik sepanjang jalan. Tetapi kami Cuma mampir dibeberapa pertunjukan.Pertunjukaan pertama yang kami tonton pagi itu dari kretor, kepanjanagan dari kreasi trotoar.Jargonnya “seniman bangun pagi”.kreatif loh.Saya tidak tahu persis komunitas jenis apa ini, mungkin kumpulan pemusik.Mereka menarok kotak gitar didepan,buat yang mau ngasih saweran. Mungkin sejenis ngamen berkelas.Kami mampir  karena mas-masnya lagi mainin music reggae yang langsung bikin seger waktu dengernya. Selain karena mas2 vokalis dan mas2 gitarisnya ganteng jadi bikin betah nontonnya.hihi.Jadi ketika yang nampil ganti dan penggantinya tidak seganteng mas vokalis reggae tadi,kami melanjutkan jalan kakinya.

mas ganteng dan bandnya

nonton dipinggir jalan

Pertunjukkan berikutnya, pertunjukkan sunda. Musik rampak gendang , dengan penari tajidoran, dan penyanyi (saya dijelasin sama dinna istilah buat jenis nyanyinya apa, tapi lupa, sejenis sinden2 gitu). Peminatnya cukup banyak, jadi kami mesti nyelip2 buat bisa ngelihat langsung didepan.Penarinya masih muda-muda, mungkin smp atau sma, jadi saya kagum juga mereka berani nampil ditempat yang sangat ramai seperti ini.Mungkin juga karena teteh2 penyanyinya juga cantik, jadi banyak yang nonton. Waktu sedang menari, tiba-tiba didepan para penari ada sederetan cewe2 cantik lewat, pakai rok batik dengan sepeda kuno lewat. Loh,ini bidadari dari mana?ternyata memang rangkaian dari pertunjukkan ini, menampilkan kebudayaan-kebudayaan sunda.

tajidoran dan rampak gendang

neneng2 geulis

Waktu nonton pertunjukan ini Kamera dinna hamper dimaling, untungnya sadar duluan kalo tas kameranya ada yang narik. Dan ketika diliat,resleting tasnya udah kebuka setengah.beuh, Para pencari kesempatan dalam kesempitan.hati-hati ditempat ramai.

Beberapa pertunjukkan kami tonton sebentar sambil lewat saja, ada radion-radio off air, lalu ada teman-teman dari fakultas hokum unpad, sedang promosi buat acara budayanya mereka (saya lupa apa), lalu ada dari komunitas pecinta sepeda onthel dengan dandanan ala 40-annya, dan beberapa lagi.

Kami lalu berhenti ketika dinna melihat orang jualan kembang tahu.dan  Jajannnnnn.hehe.

Saya baru pertama kali itu nyobain kembang tahu, ditraktir dinna. Dinna nya suka, tapi menurut saya rasanya aneh.Tahu lembut sejenis shapo dicampur dengan air jahe pake gula merah.Aneh.

ini namanya kembang tahu

Duduk rada lama sambil makan kembang tahu, ngomentarin orang-orang lewat dengan dandanan dan tingkahnya yang aneh-aneh.*yang ini jangan ditiru*.

Lalu kami naik keatas jembatan penyebarangan didepan SMAK Dago yang kontruksinya horor. Foto-foto sambil meliatin pemandangan dari atas sini.

pemandangan dari atas

narsis di jembatan

Lanjut lagi dari sini, kami berhenti pada pertunjukan rapper dengan tari yang saya tidak tahu namanya apa.

ini namanya apa?

Lalu melewati  beberapa penjual yang memanfaatin keramaian ini buat promosi dan beberapa radio off air.Dan akhirnya sampai diujung jalan, lalu ketemu sim keliling. Selesai dengan dago car free day, kami melanjutkan perjalanan,ke gasibu!

Tidak banyak mutar karena udah capek duluan, beli beberapa barang dan pada akhirnya tetap naik angkot ke simpang dago. Hehe, memang susah kalo pada dasarnya ga doyan jalan kaki.susah melawan rasa malasnya.

diantara tumpukan jilbab

Di simpang dago,dinna belanja sayur-sayuran buat masak makan malam, lalu jalan kekostan. Dan perjalanan hari ini selesai.nyampe dikost tepar dikasur masing-masing. Mungkin minggu depan kalo masih ada semangat kesini lagi. Siapa tau ketemu mas ganteng itu lagi.katanya sih nampil tiap minggu disana.hihi.:D

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s