A trip to home via jambi (part 3,kerinci, swarnadipa highest land)

Swarnadipa.artinya pulau yang kaya emas.nama yang dahulu digunakan oleh bangsa Cina dan India Hindu yang mengacu pada pulau yang sekarang kita kenal dengan nama sumatera.Secara artian harfiah sumatera disebut swarnadipa karena memang banyaknya tambang emas disepanjang bukit barisan.Dalam artian tersirat, disebut demikian karena sumatera dengan kekayaan buminya yang melimpah, dan bentang alamnya yang  menakjubkan. (emas melambangkan kekayaan)Salah satu kekayaan yang dimiliki pulau sumatera adalah taman nasional kerinci seblat yang sekarang secara administratif  kepemilikannya dikuasi oleh 4 propinsi, jambi, sumatera barat, bengkulu, dan sumatera selatan.Gunung kerinci berada dalam  wilayah taman nasional ini.Gunung kerinci dengan ketinggiannya 3805mdpl adalah gunung api aktif tertinggi diIndonesia. Dan Semua yang “ter-ter” itu, selalu menggoda untuk ditaklukkan.:).Saya, termasuk satu yang tergoda keangkuhan gunung tersebut,menjadikannya satu target puncak yang harus saya capai sebelum  saya lulus kuliah,tetapi tidak menargetkan mendaki kerinci tahun 2009 itu. waktu, dana, tanggung jawab, tidak memungkinkan  saya berangkat kemanapun saat saya mau bermain.apalagi tempat yang jauh seperti kerinci. Ide yang muncul tiba-tiba,waktu dan dana dan situasi memberi saya kesempatan.hwaa,senangnya.

Saya berangkat hari jumat 26 juni dari jambi pukul 19.00 bersama 4 orang lainnya, bang koyu, bang jack, capling, dan vibi. Dan  nanti dari bangko akan ada 2 orang senior gitasada yang sudah lulus naik ke bis dan bergabung ke tim bertujuan kerinci ini.

Gunung Kerinci berada dalam 2 wilayah administratif, yaitu provinsi Sumatera Barat dan Jambi.Gunung Kerinci terletak di Bukit  Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Terdapat dua alternatif jalur pendakian di gunung Kerinci. Jalur pertama berada di desa kersik tuo Kabupaten Kerinci,Jambi.Para pendaki biasanya menggunakan jalur ini untuk mencapai  puncak.Satu jalur lagi berada di daerah Solok Selatan.Jalur ini baru dibuka tahun 2007 lalu dan jarang digunakan pendaki umum.

Kami memakai jalur kersik tuo pada pendakian kali ini. Desa kersik tuo berada di kecamatan kayu aro, kabupaten kerinci, jambi. Desa ini dapat dicapai menggunakan kendaraan umum dari sungai penuh. Dari padang, sungai penuh dapat dicapai dalam waktu 6 jam. Sementara dari jambi,membutuhkan waktu 12 jam untuk mencapai  kota tersebut.

Saya terlelap sepanjang malam dibus dan bangun saat subuh dan melihat jalan sekitar yang dikelilingi hutan rimba belantara yang  terasa sangat “hijau”. Dikejauhan dataran ini dikelilingi berbagai puncak.weyowww.ditambah keadaan jalanan sempit yang jelek  ,Saya merasa jauh sekali dari peradaban.Berada didaerah baru selalu menimbulkan semangat dan rasa ingin tahu.

Diperjalanan, bus ini melewati sebuah danau, tidak terlalu besar tapi keren.Udara pagi menyisakan kabut tipis diatas permukaan  danau, memberi kesan sedikit mistis.cool.tapi saya tidak menanyakan namanya apa.

Sampai di sungai penuh pukul 09.00 wib dan langsung mencari kendaraan ke desa kersik tuo.Menggunakan kendaraan umum  sejenis angkot dengan biaya 15k.perjalanan ke desa kersik tuo 2-3 jam. Pada perjalanan itu  kami sampai didesa kersik tuo  sekitar pukul 11.00 wib. Kami istirahat di sebuah warung tepat didepan gerbang jalur kersik tuo.Ngecek logistik yang kurang,lalu  belanja diwarung  ini,warungnya cukup lengkap didaerah yang cukup terpencil seperti desa ini.

 
gerbang jalur pendakian

Desa kersik tuo dikelilingi kebun teh, khas desa-desa perkebunan teh.Sejuk,dan hijau.Dikelilingin perbukitan dan puncak-puncak  tinggi.Selain kerinci, objek wisata yang sering dikunjungi adalah gunung tujuh yang memiliki danau gunung tujuh, danau dengan  ketinggian 1996mdpl dan merupakan danau tertinggi diasia tenggara.sayang karena waktu yang tidak memungkinkan kami tidak  mengunjungi gunung ini. Satu alasan kenapa saya masih begitu ingin kembali mendaki gunung kerici.Mayoritas penduduknya  adalah orang jawa. Bahasa yang digunakan pun unik dengan dialek khas kerinci. Tidak seperti bahasa jambi maupun bahasa  minang.

Perjalanan kami terbatas waktu, jadi kami merencanakan perjalanan ngebut, mendaki kerinci dalam 2 hari.heiyyyo.dan saya  sudah lama tidak mendaki gunung dan jarang berolahraga.bekal niat hajar saja.hoho.Perjalanan standar-normal untuk menempuh  kerinci 3 hingga 4 hari jika cuaca bersahabat, karena jika cuaca tidak bagus, berbahaya sekali untuk naik ke puncak . Untuk  berada dipuncak pun hanya boleh dipagi hari, karena begitu siang, angin yang membawa asap belerang beracun akan mengarah  kejalur pendakian.berbahaya tentu saja.*ingat gie yang meninggal karena terjebak racun belerang?heu

Untuk pendakian dapat diurus di sebuah kantor yang dikenal dengan R.10(1611 mdpl), pondok balai jaga yang mengawasi setiap  pengunjung yang akan naik kerinci.

Kami mendaki pukul 13.00 wib, Dari R.10 ke pintu rimba jika ditempuh berjalan kaki sekitar 1 jam. Untungnya kami bertemu truk  pengangkut sayuran yang memberi tumpangan hingga ke batas ladang dengan hutan yang gerbang awal pendakian yang dikenal  dengan pintu rimba (1800mdpl) .

Cukup menghemat waktu dan tenaga, terima kasih untuk bapak truk yang baik hati.:)

Jalur kersik tuo memiliki 2 pos dan 4 shelter.

Dipintu rimba, ada shelter dan lokasi air 200 meter sebelah kiri (menghadap gunung kerinci).Target pertama yaitu Pos Bangku  Panjang (1909 mdpl).Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasan trekking nya cukup landai.

Dari pos bangku panjang kami terus ke pos batu lumut (2000 mdpl) . Di pos ini tidak ada shelter, tapi cukup nyaman untuk beristirahat.Ada banyak pohon-pohon besar tumbang yang enak buat duduk dan bersandar.

Medan menuju batu lumut juga masih landai,jarak tempuhnya sekitar 2 km , kami  menmpuhnya dalam waktu tempuh 30 menit.

pos2

Kami istirahat sebentar saja lalu meneruskan perjalanan ke shelter 1 (2225 mdpl). Tempat ini memiliki sebuah pondokan. Tapi waktu kami disana, shelternya sudah rusak. Atapnya shelter tidak berada pada tempatnya.:(. Di sini terdapat sumber air  , tapi katanya cuma sungai kontemporer yang berair pada musim hujan. Kami sampai di shelter 1  pukul 15.30 wib. Disini istirahat cukup lama.Belum terlalu capek, karena rute yang masih cukup landai.Kejutan diperjalanan menuju shelter 2 (2510 mdpl). Mulai terjal dan mulai terlihat lemahnya fisik saya yang jarang olahraga.iklimitisasinya luamaa.mwaa.sesak nafas.Kami sampai di shelter 2 pukul 17.00 wib.

Dan ternyata bukan saya saja yang ngos-ngosan.hehe. 2 senior yang udah kerja dan jarang olahraga itupun juga.ditambah faktor  usia yang mengurangi ketahanan fisik.hehe.Vi-bi  kesusahan karena harus mengikuti ritme langkah cowok yang cepat dan capling  memang masih baru dalam pendakian.

 
shelter2

Dan memang kami mendaki cukup cepat, jadi yaa..tepos2 dikit.:D. Cuma Bang Jack dan bang Koyu yang tidak memperlihatkan kesusahan sama sekali. Tetapi perjalanan ini menyenangkan, abang2 ini menghibur teramat.Kadang-kadang bernyanyi, mengajarkan kami lagu-lagu jambi  plesetan.

Kami istirahat lama di shelter 2, sekitar setengah jam. Dari sini pemandangannya sudah terbuka dan kami bisa melihat  pemandangan daerah kayu aro dari ketinggian. Dan masih kedengaran suara-suara orang mengaji menggunakan mikrofon. Suara-suara motor juga masih kedengaran.

Katanya, daerah yang mulai masuk aman untuk bermalam itu mulai dari shelter 2 ini. Dibawah , berbahaya untuk bermalam karena banyak harimau berkeliaran.

Pukul 17.30 kami melanjutkan perjalanan, tujuan selanjutnya shelter 3 (3037 mdpl) terus kshelter 4 (3351 mdpl), dan kami  berencana untuk bermalam di shelter 4 agar tidak terlalu jauh besoknya menuju puncak.waktu tempuhnya 3 hingga 4 jam. kami sampai dishelter 4 pukul 20.30 wib. Karena malam, saya tidak begitu menyadari bahwa jalurnya ekstrim.Sering mesti memanjat akar pohon karena jangkauan kaku saya tidak cukup ketapakan selanjutnya,dan saya baru menyadarinya ketika turun.

Dishelter 4, pemandangannya terbuka, bisa melihat dengan bebas ke desa kersik tuo.dan ada dataran luas yang bisa dijadikan tempat mendirikan tenda.ada sumber air juga. Senangnya malam itu cerah sekali, langit cerah dan bintang-bintang terlihat jelas. Dibandung, nyaris tidak bisa melihat bintang dilangit kotanya, karena kalah oleh cahaya kota.Mesti ke hutan dulu kalau mau lihat bintang, senang.

Pendakian cepat hampir 8 jam menguras tenaga.semuanya kelelahan jadi setelah masak kami langsung istirahat dengan rencana bangun jam 5 pagi buat muncak. Tapi kami semua baru bangun pukul setengah 7 pagi harinya. Dinginnya bikin malas kehilangan kehangatan sleeping bag. Jadi kami baru menuju puncak pukul 7.

Dibatas vegetasi  terdapat papan pengumuman yang berisikan larangan membuat rute baru dan informasi mengenai lintasan pasir dan cadas harap berhati-hati.Dari batas vegetasi ke atas, jalur pendakiannya dipenuhi batu-batu kecil dan kerikil, bekas luapan kawah api. Tidak begitu menyulitkan ketika naik, tidak seperti jalur kepuncak mahameru  yang pasirnya bergerak turun sehingga menyulitkan kita naik.Tetapi mesti berhati-hati kalo turun, biar ga kepleset.Saya sendiri jatuh beberapa kali ketika turun dengan ceroboh, meninggalkan oleh-oleh memar merah disekujur kaki.sebanding

 
menuju puncak

Kami sampai di puncak pukul 10.00 wib.

i’m on the swarnadipa highest land.mamaaahhhhhh

 
kerinci 3805mdpl

Cuma sebentar kami di puncak, karena berbahaya terlalu lama di puncak. Berdoa sebentar lalu selebrasi kecil-kecilan merayakan keberadaan kami dipuncak tertinggi di sumatera ini.Fotofotooooo. 😀

 
Kalau sedang cerah, Gunung tujuh terlihat dikejauhan

Saya sempat melihat ke dasar kawah, wowww.keren.melihat larva panas menggelegak berpijar merah sekali.keren.konon katanya, kawah api itu bisa menghipnotis jika dilihat terlalu lama.

 
pinggir kawah berasap

Ada sedikit cerita sedih, dan saya baru tau ketika sampai di puncak vibi terlihat menangis dan berdoa cukup lama.
ternyata, vibi ke jambi dalam rangka menjenguk makam seorang yang disayanginya yang meninggal di jambi, lebih tepatnya bangko tahun 2008. meninggal hanyut disungai dalam sebuah acara arung jeram dikota bangko.Mereka dulu berencana mendaki kerinci bersama.so sad.:(.
saya tiba-tiba teringat janji mendaki bersama beberapa orang yang belum sempat saya realisasikan.akankah sempat?heu

Kami turun, sekitar 1 jam-an hingga kshelter 4 lagi.Istirahat masak makan.Berbincang menertawakan kebodohan-kebodohan disepanjang perjalanan kami tadi.Perjuangan yang sulit dan menyenangkan.Kadang-kadang pengen berhenti tapi ngerasa nanggung lanjutin berhenti lagi tarik nafas jalan lagi dan akhirnya sampai juga kepuncak.

 
setelah muncak

Kami packing dan bersiap-siap turun jam 13.00 wib. Target kami sampai pukul 17.00 wib digerbang rimba, jadi mesti ngebut ketika turun.

Dan kami sampai di gerbang rimba sekitar pukul 17.30.

Lelah, dan senang .:)

*to be contionued to part 4, way back home

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s