a trip to home via jambi (part 2, jambi yang romantis)

2 hari berikutnya saya habiskan di kota jambi. Tidak terlalu banyak sebenarnya saya mengelilingi kota jambi.waktu dua hari itu lebih banyak dihabiskan disekre,ngobrol, maen gitar, maen catur.Karena target awal saya memang kerinci, disekre saya lebih banyak mencari info bagaimana mencapai gunung itu dari jambi. and lucky me, anak-anak gitasada menawarkan mengantarkan saya langsung ke gunung kerinci. wah, tidak menyangka sekali. karena saya awalnya dijambi cuma berencana transit sebentar dan mencari  teman yang memang ada rencana ke kerinci.

Saya tidak berencana minta ditemani, perjalanan dari Jambi ke daerah kerinci itu JAUH. hampir 12 jam perjalanan. lebih jauh dari perjalanan bandung ke jogja. jadi ketika mereka menawarkan mengantarkan, saya kaget sekali.sungkan, tapi senang.hehe.Karena rencana mendadak ini,  vibi juga tib-tiba ingin ikut ke  kerinci.padahal dia tidak mempersiapkan diri dan membawa perlengkapan untuk melakukan pendakian.

Rintangan pertama yang muncul, saya mendapat informasi kalo kerinci ternyata sedang siaga II, dan tidak boleh didaki.Oh my.

Bang firman sang ketua hati-hati sekali waktu menyampaikan informasi ini, takut saya kecewa sepertinya karena saya sudah datang jauh-jauh dari bandung untuk naek kerinci.sedih sih memang. lalu saya jelaskan ke si abang kalau ini memang perjalanan mendadak sekalian pulang yang tidak benar-benar dipersiapkan, jadi saya pasrah.mungkin bukan rejeki saya merasakan kerinci tahun ini. Si abang baru ‘ngeh kalo saya orang minang yang dalam perjalanan pulang. dan ternyata dia punya darah sana juga.jadilah  maota lamak nostalgia kampuang tercinto sambil menghibur diri.hehe

Lalu datang bang Jack, membawa info baru.katanya ada tim yang baru turun mendaki kerinci dari jawa juga.WAH.masih ada kesempatan.Lalu bang jack bilang, “kito tetap berangkat be yo dek, bisa ndak bisa gek dipikirin, kalo ndak bisa ke kerinci naik gunung tujuhlah kito”. artinya kira-kira kami tetap berangkat, kalaupun tidak bisa naik kerinci, kami naik gunung tujuh aja, gunung yang didekat kerinci.
Horay.

Halangan kedua, koko batal ikut.yaa lohh.Ga enak tentu saja, karena dia excited sekali waktu saja ajak ke kerinci,dan dia yang membawa saya ke gitasada.heuheu. Dan tentu saja dia sudah berkorban cukup banyak untuk sampai ke jambi. biaya dan waktu. Alasannya karena , karena kerincinya belum tentu bisa didaki. padahal dia ada kerjaan yang ditinggalin di palembang.tidak mau setelah ninggalin kerjaan, ga naek kerinci juga. Bujuk membujuk, tidak berhasil juga.heyyyya.dan akhirnya perjalanan saya ke kerinci hanya bersama anak-anak gitasada dan vibi.

Malamnya saya diajakin keliling kota jambi,
Ada sebuah pusat keramain dikota jambi, lupa euy namanya apa. tempatnya dipinggir sungai batang hari,di depan rumah wali kota jambi. dengan lampu jalan dengan cahaya kuning yang menyoroti sungai,serta ada beberapa orang yang mendayung perahu disungai (ngapain yak malam-malam?), suasana sungainya terasa romantis sekali.seperti di italia (lebay,hehe). dan memang tempat itu katanya tempat favorit pacaran anak-anak muda jambi.hihi.

 
dipinggir batang hari

Lalu ada beberapa orang yang mendatangi kami.ternyata teman temannya anak gitasada juga, sesama mapala di jambi. Mereka datang, karena mendengar kabar ada tamu dari bandung.hwaaa. senang lagi. Benar-benar diperlakukan istimewa oleh orang-orang baik ini.Lalu saya diajakin ke sekre mereka.

Akhirnya sepanjang malam saya berkeliling ke beberapa sekre di jambi. di salah satu sekre saya bertemu dengan dedengkot mapala di jambi, umur 50-an.(wow,tetua ), yang masih aktif dikegiatan-kegiatan ke mapalaan di jambi, terutama kegiatan wall climbing. saya banyak diceritakan pengalaman hidup beliau dan sejarah ke mapalaan dijambi.dini hari baru kembali dan beristirahat disekre gitasada.

Kesan saya tentang jambi?
hmm pertama,panas.hehe.walaupun kota tempat saya dibesarkan juga lebih panas.tetapi karena 2 tahun belakangan saya habiskan dikota yang nyaris sepanjang tahun hujan dan malam2nya dingin sekali. saya mulai tidak begitu terbiasa dengan panas.

Hmm kedua, tenang dan rapi. tentu sajaaaa.dibandingkan kota bandung yang crowded,macet disana sini, jalan-jalan penuh lubang,belum lagi kalo akhir pekan minta ampun ramainya kedatangan turis domestik.jadi saya senang disini.

Hmm ketiga.datar.datar sekali. sepanjang mata memandang tidak ada pebukitan atau dataran tinggi. dan tidak ada bangunan yang begitu tinggi juga.

Hmm keempat, sumatera sekali.cuma istilah saya, susah menjelaskan maksudnya.mungkin sesama orang-orang sumatera mengerti.hehe.penggunaan bahasa daerahnya masih kental,i just feel like home.

 
pemandangan sore jambi dari sekre gitasada
 
sore bersama teman-teman gitasada sebelum berangkat ke kerinci

Pagi hari berikutnya saya habiskan di sekre gitasada sambil mempersiapkan logistik yang mesti dibawa untuk pendakian, dan siangnya saya ditemani bang koyu, vibi, dan mbe belanja kebutuhan dibeberapa tempat.

Kami akan berangkat ke daerah kerinci sore nanti,26 juni pukul 19.00 wib pake travel dengan biaya 75k.cukup murah untuk sebuah bis ac- dengan lama perjalanan 12 jam dan jalan yang katanya sangat jelek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s