A Trip to Home Via Jambi ( 1, perjalanan dan teman-teman baru yang menyenangkan)

I’ve got luck!kesempatan melakukan perjalanan ke jambi dan merasakan nikmatnya berada dipuncak gunung api aktif tertinggi di Indonesia,kerinci 3805mdpl, bulan Juni tahun 2009 lalu(whoaaaaa, it’s almost 2 years ago, i’m getting old.-___-).Tapi saya belum pernah bikin cerita yang lengkap tentang perjalanan saya waktu itu, dan hari diingatkan lagi untuk menyelesaikan hutang yang belum lunas karena seorang teman meminta catatan perjalanan buat info ke kerinci.

start with words decribe that journey : it was really GREATGREATGREAT journey.

pertama itu perjalanan terjauh yang pernah saya lakukan sendirian, (though longer, i’m not count mytrip back home as journey),kedua saya dapat kesempatan merasakan gunung tertinggi yang pernah saya daki sampai saat ini, ketiga saya bertemu orang-orang  yang memperlakukan saya seolah keluarga lama mereka.mereka orang yang baik sekali.i got much new friend from this journey.

Perjalanan ke Jambi tidak ada dalam rancangan hidup awal tahun saya. Pengennya sih ke lombok,semeru sama ke Bali.yah,sebulanan pas liburan. Jadi pulang kerumahnya diskip dulu sampe lebaran yang cuma sebulan abis liburan. Tapi akhirnya saya memutuskan pulang dulu 1-2 minggu buat setor muka sama orang tua. Tiba-tiba muncul ide mendadak, kenapa saya tidak ke jambi sekalian?mencicipi kota jambi sekalian kalau beruntung mencoba gunung kerinci.

Saya lalu menghubungi teman saya anak palembang yang pernah mengajak saya ke kerinci juga.gayung bersambut, dia punya waktu kosong pada yang bersamaan.setelah mencocokkan jadwal, kami janjian ketemuan di jambi dan dia memberi saya kontak anak jambi yang bisa dihubungi untuk perjalanan ke kerinci. waktu itu saya belum punya kenalan di jambi.

Tanggal  23 juni 2009, saya naik bis dari bandung ke jambi. tadinya pengen naik bis ekonomi buat menghemat biaya,tapi ternyata beda harga tiketnya dengan bis ac cuma 30k  (210k buat bis non ac, dan 240 k buat bis ac), akhirnya dipikir-pikir penderitaan yang tidak sebanding dengan beda harga, saya naik bis ac.Saya sampai di palembang sekitar pukul 11.00 besoknya 24 juni, dan sampai di jambi pukul 18.00 wib

karena HP saya kehabisan baterai dijalan, saya ga bisa langsung menghubungi kontak yang diberi begitu sampai. Jadi saya mandi dan solat magrib dulu sambil nunggu baterai hp saya diisi.Perjalanan lebih dari 24 jam yang bikin pantat tepos, fresh sekali setelah mandi.

Lumayan lama saya menunggu, cukup lama untuk saya diliatin dan ditanyain macem-macem sama orang-orang di pool bus.

“nak kemano dek?”
“tasnyo besak nian, pindah rumah yuk?”
“sendirian be, kok ga bareng temen de?”

“pacaklah abang aku bahaso jambi, sikit2”, *dalam hati*

Ga pedeeeeeeeeee,itu masalahnya…sama kayak bisa bahasa sunda, tapi ga bisa makenya,takut salah ngomong malah diketawain.

Ada yang dateng pake vespa, lalu saya masang tampang sok akrab karena berfikir itu orang yang bakal jemput saya. tapi saya dilewatin ga dilirik sama sekali.*ngareppp…

tapi ternyata lalu dia balik lagi, lalu nanya, “maul yah?”.

“iyah2 mas, saya maull” *senyum sok akrab*

Ternyata karena dia cuma dikasih perintah suruh jemput orang yang namanya maul, dia mikirnya saya cowok.Bukan orang pertama yang mikir saya cowok dari nama panggilan saya itu.

*by the way, “maul” is a nick name that my college friends choose to call me, my family and my old friend call me “ulfa”, and later you see me, i’m prefer you to call me ulfa, if you don’t mind, :).

Teman baik hati pertama yang saya temui yang menjemput saya waktu itu namanya capling

Dia dari mapala gitasada, mapalanya universitas batang hari jambi.Dan saya diantar ke sekre gitasada.

Begitu sampai disekre, saya langsung diajak makan.kebetulan ada anggotanya keluarga gitasada sedang berkunjung dan membawa hidangan ke sekre gitasada (whoo,keren, jarang-jarang anak mapala berani mengenalkan keluarganya ke teman-teman mapalanya,you-know-why).

nama lelaki baik hati berikutnya yang saya kenal bang koyu.
lalu ada bang
jack, ketuanya bang firman.
lalu ada lagi cowok yang lucu sekali, hobinya ngeledekin saya.namanya mbe.
yang besoknya selama di jambi sering mengajak saya ngobrol dan mengantarkan saya mengelilingi kota jambi .saya memanggilnya bang sandi  dan beberapa abang2 lain yang tidak saya sebutkan satu-satu.

Kebetulan ada tamu dari jakarta yang juga yang sedang main disana.cewek, sendirian juga( jago-jago yaa cewek zaman sekarang,;P).panggilannya vie-bi.
temen saya yang dari palembang belum datang.

Lalu saat saya mengaku orang padang,langsung pada rame “yah urang awak juo..”
whehehe.lumayanlah, ga perlu ngomong2 ala sunda atau jawa lagi.bisa pake dialek sumatera.walau sedikit kagok awalnya karena jarang dipakai…

Teman saya saya sampai tengah malam di jambi.saya memanggil dia koko.

Setelah makan,kami ngobrol, sambil gitaran.
Senang,
karena saya mendapatkan perjalanan yang lancar ke kota ini, disuguhi pemandangan unik sepanjang perjalanan .thanks God
dan karena saya yang asing diperlakukan sebagai keluarga oleh orang-orang baik hati ini,
dan karena akhirnya saya merasakan lagi kota jambi setelah lama sekali (terakhir saya ke jambi waktu SD).nice city.Bukan kota besar, but feels like home, mungkin karena atmosfernya sudah sumatera.hehe

Saya tidur lebih awal daripada biasanya, tepar sepertinya,hehe.
dan saya disediakan bantal untuk tidur, woooaa.semakin senang. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s